Cara Budidaya Tanaman Keladi Hias Red Star

Advertisement

Bagi anda pecinta tanaman hias ataupun gemar menanam tanaman hias untuk mempercantik rumah anda, tanaman hias yang satu ini pastinya sudah tidak asing lagi. Tanaman yang dimaksudkan disini adalah tanaman keladi hias. Keladi merupakan sekelompok tumbuhan yang berasal dari genus Caladium (suku talas-talasan, Araceae). Tanaman hias keladi ini berasal dari hutan Brazil namun sekarang sudah tersebar ke berbagai penjuru belahan dunia. (Wikipedia)

Keladi merupaka jenis tanaman hias yang mengandalkan kecantikan atau daya tarik dari daunnya pada musim-musim tertentu. Pada musim kemarau tanaman ini akan mengalami masa istirahat selama 4-5 bulan. Pada masa istirahat ini, kecatikan daun yang dimilikinya akan sedikit berkurang. Daun keladi ada yang berwarna kombinasi merah, oranye, putih, hijau, perak, atau berwarna putih sampai merah.

Keladi

Keladi

Ciri khas dari tanaman hias daun ini adalah bentuk daunnya yang menyerupai bentuk hati. Daun yang dimilikinya biasanya licin karena mengandung lapisan lilin, ukuran lebar daun 30 cm, panjang 30 cm dan ketinggian tanaman ini berkisar antara 35-40 cm. Tanaman tersebut tumbuh dari umbi yang terbentuk semacam bola.

Jenis tanaman keladi hias yang paling sering dijadikan tanaman hias adalah dari jenis keladi red star atau keladi bintang merah. Tanaman hias daun yang satu ini memiliki daun seperti keladi namun berbercak dan terdapat warna merah diatasnya. Tanaman ini akan terlihat sangat cantik apabila ditanam di pekarangan rumah, taman ataupun sebagai tanaman hias dalam pot. Keladi red star sangat mudah ditanam dan sangat adaptif terhadap segala jenis tanah. Jika dibandingkan dengan jenis tanaman hias lainnya, keladi red star sangat mudah anda jumpai dan harganya juga cukup terjangkau.

Nah, bagi anda yang mungkin berminat untuk menanam dan membudidayakan tanaman hias keladi, berikut tanamanhiasan.com memberikan hal-hal dan langkah yang harus anda perhatikan.

Cara Budidaya Tanaman Keladi Hias

Pembibitan
Tanaman hias keladi red star dapat diambil bibitnya dari umbi yang dihasilkan. Langkah melakukan pengambilan bibi adalah dengan mengambil umbi dari indukan, potong sebagian. Setelah itu dilakukan pemotongan umbi menjadi beberapa bagian. Tempatkan pada tempat yang basah dan lembab sampai tumbuh tunas. Jika tunas sudah mencapai tinggi diatas 5 cm, pindahkan ke tempat yang sudah dipersiapkan.

Penanaman
Buatlah media tanamnya dari tanah dan pupuk kompos/kandang yang dicampur merata (1:1). Selanjutnya tanam bibit pada media tanam sampai semua bagian umbi tertutup sempurna. Selanjutnya siram agar tanah berada pada kondisi lembab. Pemupukan tanaman caladium hanya di lakukan pada saat tanaman mengalami periode tumbuh. Pemupukan di laksanakan sebulan sekali.

Selama tanaman hidup pada periode tumbuh media harus selalu dalam keadaan lembab. Jika daun mulai layu pada 7 atau 8 bulan sesudah periode tumbuh, biarkan tanah menjadi kering selama 3 atau 4 bulan. Sedikit demi sedikit dau tanaman akan mengalami proses kematian yang secara bertahapdi awali dengan mengerutnya daun.

Akhirnya, seluruh daun dan tanaman yang berada di permukaan tanah lenyap. Walaupun daunnya habis, tanaman tersebut tidak akan mati selamanya. Umbinya mampu menyimpan air sehingga pada saat hujan, tanaman tersebut akan akan tampil kembali memperlihatkan keindahan daunya yang baru.

Perawatan
Keladi red star bisa tumbuh dalam kondisi tanah yang tidak terlalu basah. Namun peyiraman secara berkala secukupnya tetap harus dilakukan. Tananman ini sebaiknya diletakan ditempat yang terkena sinar matahari penuh, agar warna merah pada urat daunnya menguat. Untuk penyiraman cukup disiram sekali dalam sehari. Penyiraman harus ke medianya, jangan ke daun

Masa dorman
Secara alamiah, tanaman hias ini memiliki masa yang disebut dorman, yaitu masa dimana semua daun mengering dan hanya tinggal umbi yang terpendam dalam media tanam sepintas tampak seperti mati, tapi sebenarnya tidak sepenuhnya mati karena umbi itu akan tumbuh lagi, cantik seperti sediakala. Kondisi ini seringkali mengecewakan para penggemar bunga, meskipun sebenarnya bisa dimanipulasi dengan cara memberi air yang cukup dan unsur hara yang lengkap, serta membuang bakal bunga, karena bunga sebenarnya adalah masa awal dari fase dormansi.

Repotting atau Pengepotan kembali
Satu hal lagi yang perlu mendapatkan perhatian adalah repotting, yaitu menggantikan pot dan media tanam. Pada saat anak keladi mulai tumbuh banyak atau umbi dan akar sudah memenuhi pot sehingga terasa sesak, tentu akan mengurangi estetika keindahan dan tanaman hias ini akan mengalami kelambatan dalam pertumbuhan. Yang bisa kita lakukan dalam kondisi seperti ini adalah mengeluarkan keladi dari pot kemudian membersihkan media tanam, dan memecah keladi menjadi beberapa bagian, kemudian masukkan kembali dalam pot dengan media tanam baru.

Tempatkan keladi yang baru di-repotting di tempat yang teduh selama kurang lebih satu minggu, setelah dirasa keladi tumbuh normal maka dapat dipindahkan  ke tempat yang terkena sinar matahari secara penuh.

Sealin itu juga perampalan dan peyiangan bisa dilakukan bila perlu. Terakhir jangan lupa untuk melakukan pemupukan dengan pupuk kompos/pupuk kandang setelah menginjak umur 4-5 minggu.

Cara Perkembangbiakan Tanaman Keladi Hias:

1. Pembiakan dengan cara generatif

Langkah-langkah sebagai berikut:
a.Pada waktu bunga mekar sempurna, periksa benang sarinya. Jika telah masak, ambil menggunakan kuas halus atau cotton bud
b. Oleskan benang sari pada kuas ke kepala putik. Jika ingin melakukan persilangan, oleskan serbuk pada tanaman yang berbeda
c. Tutup bunga agar putik tidak terserbuki bunga lain.
d. Setelah biji masak (berwarna merah) tanaman biji tsb di tray pembibitan dengan media tanam sekam baker atau dun bambu yang dihaluskan dan disterilkan
e. Selama masa pertumbuhan pacu dengan pupuk wide spectrum atau pellet crustaceae dengan dosis ringan.

2. Pembiakan dengan cara vegetatif

Dilakukan dengan cara memisahkan anakan yang minimal telah memilik dua lembar daun.
Langkah-langkah memisahkan anakan keladi hias sebagai berikut:

a. Keluarkan seluruh tanaman, buang sebagian media agar pangkal umbi tempat tumbuh daun anakan terlihat.
b. Pisahkan secara hati-hati anakan dari induk menggunakan gunting berujung lancip yang steril
c. Olesi bekas luka sayatan induk maupun anakan dengan fungisida agar tanaman tidak terkena jamur busuk akar
d. Setelah fungisida kering, rendam anakan didalam cairan pupuk perangsang pertumbuhan akar
e. Setelah direndam sekitar 5 menit, anakan siap ditanam dipot
f. Selama seminggu sejak pemisahan, anakan tidak boleh diletakkan tempat yang terkena sinar matahari langsung agra tidak mati

Berikut ini adalah cara memisahkan anak keladi:

  • Keluarkan keladi dari pot buang sebagian media tanam sampai tampak pangkal anakan, lakukan semua ini dengan hati-hati.
  • Pisahkan anakan dengan pisau yang sudah di steril. Mensteril pisau bisa dengan cara memanaskan pisau dan setelah dingin baru digunakan.
  • Agar tidak membusuk, olesi bekas sayatan dengan fungisida, dan olesi obat perangsang akar untuk mempercepat pertumbuhan. Kedua obat ini (fungisida dan perangsang akar) mudah didapat di toko obat pertanian.
  • Tanam di media yang merupakan campuran antara sekam bakar dan kompos, dan letakkan ditempat teduh (jangan terkena sinar matahari langsung) sampai anakan tersebut benar-benar tumbuh, kurang lebih dua minggu.

Cara vegetatif yang lain adalah dengan membelah umbi kemudian menanam. Proses ini memerlukan waktu lebih lama dengan tingkat keberhasilan lebih kecil, caranya :

  • Pada masa dormansi (masa dimana keladi tidak berdaun) keluarkan keladi dari pot dan ambil umbi-nya,  bersihkan umbi dari media,
  • Amati mata tunas yang berada dipermukaan umbi, kemudian belah umbi keladi menjadi beberapa bagian, dan pastikan bahwa setiap bagian ada mata tunasnya.
  • Cuci, kemudian rendam di air yang sudah dicampur fungisida selamat 10 menit.
  • Angkat belahan-belahan umbi itu dan keringkan di tempat teduh (kering angin) selama kurang lebih 2 jam.
  • Olesi perangsang akar kemudian tanam di media campuran sekam bakar dan kompos, letakkan di tempat teduh sampai tumbuh tunas. Proses ini berlangsung sekitar 3 sampai 4 minggu.

Cara vegetatif inilah yang paling banyak dilakukan para peng-hobby tanaman hias dalam mengembang biakkan tanaman hias keladi.

Mungkin demikian penjelasan singkat mengenai Cara Budidaya dan Tanaman Hias Keladi, semoga memberi tambahan informasi dan wawasan untuk anda mengenai jenis tanaman hias daun ini.

Referensi tulisan: 

  1. http://brendil-community.blogspot.co.id/2012/11/keladi-hias.html
  2. http://cara.media/menanam-dan-budidaya-bunga-keladi-red-star/
Advertisement
error: