Cara Budidaya Jamur Kancing Yang Benar Agar Cepat Panen

Advertisement

Budidaya Jamur Kancing – Anda pasti sudah sangat mengenal yang namanya jamur kancing ini. Karena di Indonesia sendiri, jamur kancing adalah salah satu jenis jamur yang paling banyak dibudidayakan dan sangat digemari oleh sebagian besar lapisan masyarakat. Selain itu, jamur kancing juga diklaim sangat rendah lemak dan juga tinggi vitamin & mineral.

Jamur kancing sering dijadikan sebagai hidangan masakan yang enak dan lezat. Lain dari itu, jamur kancing juga tak akan memberikan efek negatif pada kesehatan karena kandungan baiknya tadi. Karena tingginya permintaan pasar terhadap jamur kancing, membuat banyak orang yang mencoba untuk membudidayakannya. Anda yang juga tertarik, berikut ini kami bagikan cara budidaya jamur kancing yang benar agar cepat panen bisa Anda contoh dan terapkan.

Budidaya Jamur Kancing

Cara Budidaya Jamur Kancing yang Benar Agar Cepat Panen

Menyiapkan bibit jamur kancing

Langkah pertama dalam budidaya jamur kancing adalah dengan menyiapkan bibit jamur kancingnya. Lebih disarankan Anda memilih bibit siap pakai agar proses budidaya jamur kancing lebih praktis. Bibit yang bisa Anda pilih adalah bibit F3 agar bisa langsung disebar.

Menyiapkan media tanam

Selanjutnya adalah menyiapkan media tanamnya. Anda bisa menggunakan jerami padi, kapur dolomit dan juga bekatul. Selain itu, untuk menambahkan kandungan phospor, nitrogen serta kalium pada media tanam, maka Anda bisa menambahkan pupuk Urea, TSP dan ZA. Masing masing dengan takaran 0.9%, 1.2%, 1% dari banyak jerami padi.

Baca Juga  Apartemen Dijual Di Jakarta Selatan Harga 500 Juta

Melakukan pengomposan pada media tanam

Proses satu ini perlu dilakukan dalam cara budidaya jamur kancing dengan tujuan membunuh berbagai jenis mikroba liar yang biasanya sering mengganggu. Untuk prosesnya pertama potong-potong jerami dengan ukuran 10 sampai 15 cm, kemudian cuci bersih dan jemur hingga kering atau sampai dengan kelembapan 65%. Selanjutnya susunlah jerami setinggi 10 cm dan campuran bekatul & kapur dolomit secara berselang seling. Diamkan selama semalaman dan diesok harinya Anda lakukan bolak-balik tumpukan jerami, bekatul dan kapur dolomit tadi. Kemudian campurkan juga urea.

Jika dirasa media tanam cukup kering, Anda bisa memberinya air secukupnya. Selanjutnya di hari ke-6 Anda bisa menambahkan ZA dan di hari ke-10 tambahkan juga TSP. Aduklah hingga media tanam tercampur rata. Diamkan lagi hingga 10-12 hari.

Mensterilkan media tanam

Proses sterilisasi perlu dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan proses pengomposan dan juga agar gas-gas beracun yang dihasilkan bisa dihilangkan. Untuk tahapannya adalah pertama bersihkan kumbung dan siapkan juga rak-rak untuk tempat media tanamnya nanti. Masukkan media tanam pada rak-rak yang sudah tersusun dengan ketinggian sekitar 15 cm saja.

Selanjutnya lakukan penguapan dengan cara mengalirkan uap air dengan menggunakan pipa uap air serta mesin pemanas. Penguapan dilakukan hingga suhu dalam kumbung menjadi 65 – 70 derajat cescius. Anda perlu mempertahankan suhu ini hingga kurang lebih 8 jam. Usahakan juga semua ventilasi tertutup rapat.

Baca Juga  Apartemen Dijual Di Jakarta Utara DP Ringan Cicilan Murah

Setelah itu, buka ventilasi kumbung agar suhu menurun menjadi 40 – 45 derajat celsius. Pertahankan suhu tersebut selama 70 jam. Selanjutnya biarkan keadaan suhu dalam kumbung menjadi normal, sekitar 32 derajat celsius.

Menanam bibit jamur kancing

Cara budidaya jamur kancing yang selanjutnya harus Anda lakukan adalah menanam bibitnya. Caranya mudah sekali, Anda tinggal menebarkan bibit jamur kancing pada media tanam yang sudah jadi. Di hari ke-12 nanti miselium akan mulai tumbuh.

Melakukan proses casing

Proses satu ini dilakukan untuk tujuan merangsang pertumbuhan jamur kancing, mempermudah proses penguapan dan juga memperbaiki kerusakan media kompos. Caranya adalah dengan menaburkan tanah pada media tanam yang ditumbuhi miselium hingga ketebalan 3-5 cm. Namun demikian, tanah yang digunakan haruslah tanah dengan warna coklat dan berpori, ber-pH 6,2 – 8,0, dan juga subur serta terbebas dari hama dan penyakit. Sebaiknya tanah ini disterilkan terlebih dahulu agar lebih maksimal.

Masa panen jamur kancing

Inilah momen yang paling ditunggu-tunggu dalam hal budidaya jamur kancing. Pemanenan jamur kancing dilakukan setelah masa tumbuh jamur mencapai 3 hari. Jangan sampai telat untuk masalah ini karena jamur kancing rentan sekali membusuk jika terlalu lama tidak dipanen.

Demikian tadi cara budidaya jamur kancing yang benar agar cepat panen yang bisa Anda terapkan. Semoga informasi diatas bermanfaat.

Loading...
error: