Cara Menanam Bunga Lavender di Rumah

By On Saturday, January 28th, 2017 Categories : Tanaman Hias
Advertisement

Bunga Lavender – Warna bunga yang cerah serta aroma wangi yang keluar dari bunga lavender membuat banyak orang menyukainya. Bunga lavender memang adalah jenis bunga yang menawan, warna ungu serta wanginya yang semerbak menjadi daya pikat utama dari tanaman ini.

Bunga yang memiliki nama latin Lavandula afficinalis syn.L. angustifolia ini aslinya berasal dari kawasan selatan Laut Tengah hingga Afrika tropis dan ke timur hingga ke India. Keunikan dari tanaman ini ialah terletak pada aroma yang dipunyainya. Aroma bunga lavender sangat harum dan sukar hilang, selain itu aroma bunga ini bukan diminati oleh nyamuk sehingga banyak yang menanam di sekitar rumah sebagai tanaman pengusir nyamuk.

Tanaman ini bisa tumbuh dengan bagus di iklim tropis, sehingga sangat sepadan bila ditanam di Indoneisa. Lavender adalah tanaman yang masuk dalam kategori tanaman rumput dan memiliki setidaknya 25-30 spesies yang tersebar ke seluruh dunia.

Cara Menanam Bunga Lavender dalam Media Pot/Polybag

Cara Menanam Lavender
Cara Menanam Lavender – pixabay.com

Untuk budidaya bunga lavender sebenarnya tidaklah terlalu sulit, karena tanaman ini terbukti mampu tumbuh dan beradaptasi dengan bagus di beraneka negara. Apalagi Indonesia yang memiliki iklim tropis adalah tempat yang sepadan untuk menanam bunga ini.

sebagian orang yang hobi dengan tanaman ini mencoba membudidayakan bunga lavender di rumah mereka. walaupun bukan sederhana tetapi bukan sesuatu yang mustahil untuk melakukan hal tersebut. Bunga lavender bisa diperbanyak dengan menanam biji yang sudah berumur. bila kamu masih pemula disarankan untuk membeli benih bunga lavender di toko pertanian. Hal ini untuk meminimalisir kegagalan kamu dalam menanam bunga lavender.

Untuk menanam bunga lavender kamu bisa mengikuti sebagian tindakan berikut ini:

Memilih Bibit Lavender

Seperti yang sudah disinggung di awal bila bunga lavender memiliki jenis yang berbagai macam dengan keunikan masing-masing. Selain membaca keterangan yang ada di kemasan seharusnya kamu juga menanyakan secara mendetail tentang bibit levender tersebut. Tanyakan juga kelemahan dan kelebihan tanaman agar kamu bukan kecewa dikemudian hari.

Periksa kondisi benih yang ada di dalam kemasan, pastikan benih dalam keadaan bagus dan bukan ada kutu atau semut di dalamnya. Periksa juga waktu kadaluwarsa dari tanaman tersebut, pilihlah waktu kadaluwarsa yang masih lama. Semakin panjang waktu kadaluwarsanya semakin bagus, karena bibit tanaman yang disimpan dalam waktu yang lama hendak mempengaruhi kemampuan tumbuh tanaman tersebut.

Penyemaian Benih lavender

Proses penyemaian benih adalah proses yang paling krusial, karena dalam proses ini menentukan berhasil atau tidaknya budidaya tanaman ini. Kebanyakan pemula mengalami kegagalan dalam proses penyemaian bibit. Untuk penyemaian bisa kamu lakukan dengan memanfaatkan wadah pot atau polybag.

Ada bisa memanfaatkan media semai dengan campuran tanah, pasir dan sekam padi (sekam padi bisa diganti dengan pupuk kompos atau pupuk kandang. Campurlah saat bahan tersebut dengan perbandingan campuran 1:1:1. Untuk melalukukan penyemaian benih ini diperlukan kesabaran ekstra, mesti waktu sekitar 1 bulan agar benih ini tumbuh dan mengeluarkan kecambah.

Benih yang sudah tumbuh dan mendekati ketinggian 15 cm baru bisa dipindahkan ke lahan permanen yang diinginkan. Bila kamu bukan ingin menunggu lama dan ingin cepat memiliki tanaman yang cepat berbunga seharusnya membeli bibit yang sudah jadi di kios-kios penjual tanaman.

Gambar Bunga Lavender
Gambar Bunga Lavender – pixabay.com

Memindahkan Bibit Lavender

Bila benih yang disemai sudah tumbuh dan mendekati tinggi 15 cm sehingga sudah bisa dipindahkan ke lahan tanam permanen. Lahan tanam seharusnya berada di area yang mendapat sinar matahari selama 6-8 jam karena tanaman ini bukan menyukai lahan yang lembab.

Selain mendapatkan cahaya matahari yang sedikit, lahan tanam juga wajib memiliki porositas yang bagus, oleh karaena itulah kebanyakan tanah yang dipakai untuk mananam dicampur dengan pasir dan sekam. Lakukan penyiraman pada media tanam satu jam sebelum bibit dipindahkan.

Robek polybag atau pindahkan bibit dengan kondisi tanah masih menenpel pada akar, jaga agar tanah bukan pecah. Masukan ke dalam polybag baru yang sudah diisi media tanam, selanjutnya tutup hingga akar tertanam sempurna. Lakukan penyiraman sesudah lavender dipindahkan ke lahan tanam permanen.

Perawatan Bunga Lavender

Agar bisa tumbuh dengan bagus bunga lavender juga memerlukan perawatan. Untuk merawat tanaman ini bukan terlalu rumit, kamu sedikit membersihkan tanaman gulma yang tumbuh di sekitar tanaman. Selain itu untuk memelihara kandungan komponen hara pada media tanam seharusnya kamu memberikan pupuk kandang sebulan sesudah waktu tanam.

Selain itu lakukan penyiraman untuk memelihara agar media tanam bukan kering, tetapi jangan hingga terlalu lembab atau basah. Karena hal tersebut hendak membuat akar tanaman cepat busuk. Bila kamu ingin memetik bunga lavender, lakukan dengan memotong tangkai bunga memanfaatkan gunting bunga atau pisau cutter yang tajam.

Itulah tips singkat cara menanam bunga lavender di rumah. Semoga hal tersebut bisa membantu kamu dalam budidaya tanaman ini. Terima kasih 🙂

Kamu bisa membaca artikel aslinya di Cara Menanam Bunga Lavender di Rumah Baca artikel menarik lainnya di tanamanhiasan.

Advertisement
Baca Juga  9 Cara Merawat Tanaman Bonsai Sebagai Pohon Hias
Cara Menanam Bunga Lavender di Rumah | Tanaman Hias | 4.5